Laman

Tampilkan postingan dengan label Tips Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Bisnis. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 September 2011

6 Cara Mengerjakan Pekerjaan yang Membosankan

Seberapa cintakah Anda pada pekerjaan Anda? Kecintaan pada pekerjaan memang membuat kita berpeluang lebih tinggi untuk meraih keberhasilan. Namun, tidak semua bagian dari pekerjaan yang kita miliki itu menyenangkan. Ada hal-hal tertentu yang membuat kita merasa kurang nyaman, kurang bebas, atau terkekang saat bekerja.

Jangan terlalu memikirkannyaSatu cara untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan yang tak terlalu menyenangkan ialah dengan tidak terlalu memikirkannya dalam-dalam. Tentu saja Anda masih harus berkonsentrasi saat mengerjakannya tetapi jika Anda menyibukkan diri menyelesaikannya dengan mengerjakan, bukan membicaranya atau memikirkan, pikiran Anda akan tersibukkan dan teralihkan dari pikiran negatif yang membuat tidak produktif. Memikirkan kekhawatiran akan sesuatu yang belum terjadi ialah penyia-nyiaan tenaga dan waktu.

Temukan cara alternatif untuk melakukannyaCara lain untuk mengatasinya ialah dengan menemukan cara alternatif untuk melakukannya. Misalnya jika Anda kurang menyukai tugas administrasi kantor yang monoton, lakukan dengan metode yang bervariasi, mengerjakannya diiringi musik kesukaaan, atau di tempat yang tenang dan minim gangguan.

Lakukan tanpa ditundaPenundaan akan membuat beban terasa lebih berat. Saat tugas terselesaikan dengan segera, beban Anda akan terasa jauh lebih ringan. Setelah terbebas dari pekerjaan yang kurang menyenangkan itu, pikiran dan energi Anda bisa lebih leluasa fokus ke tugas-tugas lain yang lebih menyenangkan.

Lakukan sedikit demi sedikitMelakukan dengan sekaligus akan memberatkan. Melakukan sedikit demi sedikit akan terasa lebih ringan. Disiplin juga diperlukan di sini. Anda harus konsisten mengerjakannya sedikit demi sedikit, jangan melewatkan jadwal yang sudah ditentukan.

Berikan pujian pada diri sendiri saat memulaiIngatlah bahwa saat Anda mulai mengerjakan tugas yang sulit atau membosankan, Anda sedang melakukan sebuah pekerjaan yang dihindari dan dibenci oleh banyak orang. Memulai ialah bagian yang paling sulit dalam proses tersebut. Namun begitu Anda sudah mulai, mungkin akan sulit berhenti bekerja karena Anda mendapat keuntungan dari momentum.

Misalnya, Anda bisa memutuskan untuk bekerja 5-10 menit mengerjakan satu pekerjaan. Setelah Anda bekerja dalam jumlah waktu itu, lihatlah jika Anda masih ingin untuk berhenti mengerjakannya atau Anda masih melanjutkannya.

Setiap kali memulai bagian terberat suatu pekerjaan, kita akan merasa amat percaya diri setelah melewatinya dengan baik. Kita tahu persis bahwa situasi itu bisa memburuk.

Ingatlah pengalaman masa lalu Anda

Setiap orang pasti pernah menyelesaikan sebuah pekerjaan yang sulit sebelumnya, tetapi apakah Anda ingat bagaimana perasaan Anda setelahnya? Menyelesaikan pekerjaan yang sulit dan membuat kewalahan justru sering membuat kita merasa puas dan percaya diri.

Saat sebuah pekerjaan berat muncul, fokuslah pada perasaan positif yang Anda miliki sebelumnya yang bisa dirasakan saat Anda sudah selesai. Perasaan positif itu membantu Anda untuk mulai dengan pekerjaan Anda dan menyelesaikannya dengan mudah. Setiap kali kita mulai sebuah pekerjaan, ingatlah untuk menyadari perasaan positif yang bisa dirasakan setelahnya. (*/Akhlis)

Menjadi yang Terdepan di Abad Digital

Para entrepreneur selalu mencari membangun jejaring relasi. Masa depan dunia dan bisnis juga semakin bertumpu pada keterhubungan di mana saja dan kapan saja. Orang, ide, produk akan terkait satu sama lain dalam suatu jaringan digital dunia. Semua orang akan memiliki akses ke hampir segala hal di dunia.

Implikasinya bagi usaha rintisan dalam konteks ini sangat besar. Di sisi hardware, kita membutuhkan teknologi yang lebih baik untuk memberikan sebuah jaringan digital bersama di seluruh penjuru dunia, jaringan pita lebar atau broadband untuk memuaskan permintaan, dan kemudahan nirkabel untuk orang-orang, alat dan usaha untuk saling berkomunikasi. Kebutuhan akan software dan layanan baru juga sama banyak dibutuhkan. Jadi bagaimana entrepreneur melatih dirinya untuk menjadi yang terdepan daripada terseret arus pergerakan yang ganas ini? Berikut beberapa prinsip yang kita bisa pelajari dari ide Emily Nagle Green dari bukunya “Anywhere”:

Prinsip pertama: Bersikaplah selalu ingin tahuAnda harus menjadi penyelidik yang selalu ingin tahu, kritis. Hindari godaan untuk mempercayai sesuau hal sebelum Anda membuka mata seluas-luasnya ke semua peluang yang mereka tawarkan. Jangan biarkan ide Anda sendiri lenyap. Kembangkan sebuah pemahaman tentang keinginan pelanggan, kelebihan solusi yang ada dan kelemahannya.

Prinsip kedua: Bersikaplah sebagai penghubung yang ada di mana-manaSejumlah orang secara alami berperan sebagai penghubung dengan menggunakan jaringan mereka dengan yang lain untuk menciptakan atau mempromosikan peluang yang ada di antara mereka. Internet secara dramatis mengurangi biaya antarpenghubung. Saat ini, sebetulnya kita semua bisa menjadi penghubung dan memang seharusnya begitu.

Prinsip ketiga: Jadilah pemikir yang analitisKini keahlian kita dalam mencari informasi dan mensitesis informasi tersebut, mencari pola, dan menerjemahkannya bisa menjadi lebih bernilai daripada informasi sebenarnya yang Anda kumpulkan dalam pengalaman Anda sebagai seorang individu dan sebagai seorang pegawai.

Entrepreneur seharusnya bertanya kepada diri mereka sendiri kepada setiap konsumen dan produk bisnisnya, bagaimana kita bisa menambahkan keterhubungan yang tidak mengenal ruang pada hal satu ini? Inilah yang disebut sebagai difusi keterhubungan.


  • Jika Anda bisa meningkatkan pengalaman pengguna dengan mengirim, atau mendapatkan informasi real time, Anda harus melakukannya.
  • Jika Anda bisa menambahkan produk dengan keterhubungan mungkin berkontribusi kepada biaya juga dan membiayai pengeluaran produk untuk pelanggan, maka Anda harus melakukannya.
  • Jika Anda memperpanjang masa pakai produk di tangan konsumen dengan memberikan layanan atau memutakhirkan fitur-fiturnya, maka Anda harus melakukannya.
  • Jika Anda bermitra dengan sebuah perusahaan yang bisa melakukan hal-hal ini untuk membawa layanan atau pesan Anda ke lebih banyak kehidupan pelanggan, maka Anda harus melakukannya.

Tidak ketinggalan, jadilah pemasar yang andal dan sadarilah kekayaan peluang potensial baru untuk memunculkan lebih banyak kesadaran dan pertimbangan produk dan jasa di masa depan. Meskipun bentuknya kupon, atau iklan di perangkat mobile, perangkat yang terhubung dengan geo-location selalu berada dalam kantong merupakan dunia yang sama sekali baru. (*/Akhlis)

Langkah-langkah Menjual Banner di Jagat Maya


Beberapa waktu lalu, CiputraEntrepreneurship.com pernah mengulas kisah sukses Carb Ocab, teknopreneur belia asal Filipina. Carb yang berhasil meraup profit dari blogging itu memakai strategi memancing sebanyak mungkin user untuk singgah di blognya demi menarik minat pemasang iklan.

banner-advertising-benefitsApa yang dilakukan Carb memang tepat. Traffic dalam bisnis digital di dunia maya memang sangat penting. Selain berguna untuk memancing pengiklan, kehadiran traffic yang tinggi juga bisa meningkatkan kredibilitas bisnis. Agar bisa menggapai hal tersebut diperlukan konten berkualitas serta up-to-date. Lalu pertanyaan yang muncul kemudian adalah bagaimana caranya menjual banner kepada para pengiklan di website?

Berikut adalah beberapa langkah menjual banner pada website, khususnya bagi para start-up, seperti yang dikutip dari eHow.com.

  • Buat media kit mengenai website Anda yang berisi company profile, jumlah traffic, demografi pembaca dan rate harga serta informasi lain yang sekiranya bisa meningkatkan daya jual.
  • Memberi tahu user mengenai keberadaan banner di website Anda dengan turut mencantumkan tulisan “Advertise Here” atau “Advertising Available” untuk memperjelasnya. Buat link banner ke laman yang berisi kontak informasi serta media kit.
  • Modifikasi menu bar pada website Anda dengan menambah link “Advertise” agar pengiklan bisa terhubung dengan media kit online Anda serta sejumlah informasi penting lainnya.
  • Membangun relasi dengan perusahaan atau pelaku usaha yang mempunyai target market sama dengan bisnis Anda. Misal bagi pelaku bisnis travel, jangan lupa untuk mencantumkan link hotel, resto dan obyek wisata menarik lainnya.
  • Segeralah menjalin kerja sama dengan perusahaan yang telah mencantumkan link website Anda di website-nya. Pencantuman website tersebut merupakan bukti bahwa konten Anda berkualitas. Hal itu sangat membantu proses penjualan banner kepada pemasang iklan. (*/ely)

Empat Langkah Mengubah Ide Menjadi Bisnis

Sejumlahideas ide cemerlang yang Anda miliki bisa disulap menjadi peluang bisnis potensial. Tapi, ada baiknya mempersiapkan sejumlah faktor penting sebelum melibatkan diri ke dalamnya.

Berikut ini adalah empat langkah yang dapat membantu Anda menghemat waktu, uang, dan tenaga sepanjang proses:

Membayangkan
Cari tahu apakah hal ini benar-benar sesuatu yang diinginkan. Anda tidak harus memiliki gairah terhadap produk atau jasa tertentu yang hendak ditawarkan. Tapi, Anda harus memiliki semangat tinggi untuk membuat bisnis tersebut sukses, sehingga memberikan stamina yang dibutuhkan untuk melalui pasang-surut keadaan.

Meneliti
Guna menentukan kecemerlangan ide itu, Anda perlu mengetahui apakah ide tersebut memenuhi kebutuhan tertentu dan adakah pasar untuknya. Anda juga membutuhkan naluri bisnis. Jadi, berbicaralah dengan semua orang.

Jangan takut untuk mendiskusikan ide karena karena khawatir seseorang akan mencurinya. Sebab, ketakutan itu justru menghilangkan peluang Anda mendapatkan bantuan yang diperlukan.

Merencanakan
Mayoritas rencana bisnis mencakup tujuan Anda, deskripsi bisnis, analisa pasar, analisa permulaan dan biaya sehari-hari, strategi pemasaran dan penjualan, serta rencana organisasi. Banyak perempuan membuat kesalahan dengan tidak memperhitungkan waktu dan tenaga yang mereka curahkan ke dalam rencana bisnisnya. Gaji Anda seharusnya menjadi bagian dari rencana biaya.

Mendanai
Melakukan proyeksi keuangan tidak berbeda dari merencanakan dana kuliah anak. Pertama, siapkan biaya untuk meluncurkan perusahaan Anda. Setelah itu, tentukan di mana Anda memutuskan mengamankan dana tersebut ke depan.

Banyak orang menggunakan uang tunai atau kredit mereka sendiri, atau meminjam bantuan dana dari keluarga atau teman-teman mereka. Selain itu, ada pula yang menggunakan modal ventura.

Anda juga harus melakukan analisa impas (proyeksi tentang kapan pendapatan akan melebihi pengeluaran dan Anda akan menghasilkan uang) dan belajar untuk menulis laporan keuangan, yang menunjukkan nilai perusahaan Anda. (*/MI)

Kamis, 28 Juli 2011

Memasuki Era Merek Global

Memasuki Era Merek Global PDF Cetak E-mail
Kamis, 28 Juli 2011 09:35
Globalisasi seakan-akan membuat dunia ini terbentang luas tanpa ada hambatan mengenai batasan negara, budaya, dan pasar. Keadaan ini menyebabkan terbukanya banyak kesempatan baru, jaringan yang semakin luas, bergesernya industri pabrik oleh bisnis digital di banyak negara, dan terjadi perubahan kebutuhan tenaga kerja.

dunia_mrkHal ini jelas terlihat dari makin banyaknya brand-brand global hadir di tengah masyarakat. Mulai dari bisnis waralaba seperti McDonald’s, KFC, Burger King, Starbucks, hingga toko seperti Circle-K dan 7-Eleven.

Keadaan seperti itu secara tidak langsung membawa perspektif baru dalam dunia bisnis saat ini, terutama untuk bisnis lokal yang sedang berkembang. Banyak bisnis lokal yang secara instan langsung mengadopsi pakem globalisasi, ada yang ternyata cukup berhasil, dan ada juga yang tidak.

Apa yang membuat banyak merek global bisa bertahan lama di tengah masyarakat? Eksistensi sebuah merek global tidak terlepas dari kemampuannya mengemas kultur globalnya dan diadopsi dengan nilai-nilai lokal serta membangun hubungan emosional dengan konsumen lokal.

Merek dapat dianalogikan sebagai manusia, mereka juga punya personalitas, karakter dan keunikan masing-masing yang menjadi faktor pembeda. Untuk bisa menjalin relasi yang baik dengan orang lain, kita perlu memahami dan mempelajari karakter orang itu.

Pemahaman mengenai halhal kecil seperti tutur kata, sifat, hobi, dan karakter orang tersebut dapat menentukan sejauh mana kita dapat menjalin relasi dengan orang itu. Prinsip ini sama halnya dengan sebuah brand internasional.

Untuk bisa bertahan di pasar lokal, sebuah merek perlu mewujudkan perspektif global dalam konteks lokal. Tentu saja bukan dengan memaksakan nilai-nilai globalisasi agar bisa diterima di lokal. Tapi perlu memahami nilai-nilai lokal dan kultur yang ada di masyarakat, dan kemudian menyesuaikan diri terhadapnya.

Contohnya seperti apa yang dilakukan McDonald’s. Sebagai merek yang sangat mendunia, McDonald’s sangat berusaha untuk melokalkan mereknya sehingga bisa diterima di masyarakat. McDonald’s menyesuaikan menu restorannya sesuai dengan kultur lokal yang ada.

McDonald’s tidak menyajikan daging babi yang haram bagi kaum muslim di Indonesia, sedangkan ayam goreng dan nasi putih yang merupakan cita rasa lokal tidak ditemukan di Amerika.

McDonald’s di India tidak menyajikan burger dengan daging sapi, hewan yang sangat dipuja oleh masyarakat Hindu. Sebagai gantinya McDonald’s menyajikan Maharaja Mac, burger dengan daging domba yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat India.

Mengembangkan perspektif global berarti berupaya lebih memahami, menerima, dan memberikan wawasan yang lebih luas. Brand yang mampu menjaga eksistensi adalah yang bisa bertindak dalam perspektif lokal.

Bertindak secara lokal berarti melakukan perubahan menyesuaikan dengan kultur, budaya dan hal-hal yang menjadi prioritas masyarakat di mana brand tersebut hadir di tengah-tengah mereka.

Memahami karakter konsumen memungkinkan suatu merek menjalin hubungan emosional dengan konsumen dan kemudian akan berdampak terhadap eksistensi merek.

*) Disarikan dari artikel Daniel Surya, Chairman South East Asia DM IDHOLLAND dan Edy Galaxcy, Brand Designer DM IDHOLLAND yang dimuat di Koran Sindo

Rabu, 27 Juli 2011

5 Langkah Memilih Software Bisnis

5 Langkah Memilih Software Bisnis PDF Cetak E-mail
Selasa, 29 Maret 2011 14:26
sofware_bizMemilih software bisnis yang tepat turut menyumbang keberhasilan bisnis Anda. software bisnis melakukan banyak proses dengan otomatis sehingga sangat menghemat waktu dan efisien. Anda harus menentukan jenis software apa yang tepat bagi bisnis Anda seperti akunting, manajemen proyek, sumber daya manusia, pembayaran gaji, prosesor kata, atau alat pengendali inventaris. Pilihan software Anda juga harus mempertimbangkan jenis bisnis apa yang Anda jalankan. Untungnya kini banyak cara untuk meneliti dan menentukan software terbaik bagi Anda.

Berikut langkah-langkah yang bisa Anda tempuh untuk mendapatkan software yang Anda butuhkan:

1. Ketahui apa saja yang Anda perlu lakukan dengan software bisnis

Apakah Anda seorang penulis lepas yang membutuhkan software pencatatan penyerahan naskah? Atau Anda seorang pengusaha ritel dan membutuhkan sebuah software untuk mencatat inventaris Anda? Ada berbagai macam kebutuhan khusus seperti dua contoh tadi. Namun ada juga yang hanya menyentuh kebutuhan dasar saja. Jika Anda adalah seorang staf, Anda harus membeli software pembayaran gaji. Untuk pencatatan standar bisa digunakan software pengolah kata yang bisa fleksibel untuk berbagai tujuan pemakaian, dari menulis proposal hingga korespondensi atau bahkan iklan.

2. Teliti software sebelum membeli

Baca semua hal yang bisa Anda baca tentang software tersebut. Anda bisa mencari secara online atau mengunjungi toko buku, membaca jurnal ekonomi dan perdagangan. atau bahkan menelusuri surat kabar. Ada begitu banyak informasi tentang paket software bisnis. Temukan yang tersedia di toko terdekat dan pastikan harganya sesuai anggaran Anda.

3. Kunjungi toko software

Pergilah ke toko pengecer software dan cobalah untuk merasakan pengalaman menggunakan software yang Anda inginkan tersebut. Anda biasanya akan diberikan kesempatan untuk berbicara dengan staf penjualan toko tentang berbagai pilihan software yang tersedia.

4. Mendaftar dalam kursus

Banyak lembaga kursus yang bisa mengajari Anda bagaimana menggunakan sebuah software dengan baik dan efisien dalam waktu yang lebih singkat daripada harus belajar sendiri.

5. Buat keputusan

Kini Anda memiliki pengetahuan dan pengalaman langsung menggunakan software tersebut, maka Anda sudah siap untuk menjatuhkan pilihan. (*/Akhlis)

Mengenal Konsep Kepemimpinan Pelayan

Mengenal Konsep Kepemimpinan Pelayan PDF Cetak E-mail
Rabu, 27 Juli 2011 07:44
Konsep modern kepemimpinan pelayan diperkenalkan oleh Robert K. Greenleaf dalam esainya di tahun 1970. Filosofi kuncinya ialah bahwa tujuan utama seorang pemimpin ialah untuk melayani perusahaan yang mereka pimpin.

leadership_098Robert Greenleaf terinspirasi oleh Journey to the East yang ditulis oleh novelis mistis Herman Hesse, penulis Steppenwolf, Siddartha dan The Glass Bead Game. Hesse sendiri sangat terpengaruh oleh filosofi Timur, yaitu konsep kepemimpinan pelayan yang muncul di teks Hindu India dahulu kala dan dalam Taoisme China serta Kristen.

Sebagaimana ditulis oleh Greenleaf, “Pemimpin-pelayan ini pertama-tama ialah seorang pelayan. Dimulai dengan perasaan alami bahwa seseorang menginginkan untuk dilayani agar melayani lebih dahulu. Kemudian pilihan sadar tersebut mengilhami seseorang untuk memimpin. Orang tersebut berbeda jauh dari orang yang memimpin sebelumnya. Mungkin karena keharusan untuk meredakan dorongan kekuatan yang tidak lazim atau untuk mendapatkan kepemilikan material. Tipe ‘pemimpin yang pertama’ dan ‘pembantu yang pertama’  adalah dua kutub yang sangat bertolak belakang. Di antara keduanya, terdapat area abu-abu dan gabungan yang merupakan bagian dari variasi sifat manusia yang tidak terbatas.”

Colleen Barrett, mantan presiden Southwest Airlines Amerika Serikat, sering menampilkan di daftar 100 Wanita Terkuat versi Forbes. Ia selalu mendeskripsikan gaya kepemimpinannya sebagai “kepemimpinan pelayan”. Layanan pelanggan menjadi prioritas utamanya dan ia menangani ini dengan memastikan bahwa perusahaan memberikan layanan terbaiknya pada para pekerjanya sendiri, dengan berasumsi bahwa para pekerja yang sangat bersemangat dan didukung dengan baik akan menyediakan tingkat layanan terbaik terhadap pelanggan perusahaan. Barrett memperkirakan bahwa ia menghabiskan 85% waktunya menangani masalah-masalah pelanggan dan staf.

“Saat kami memiliki pegawai yang bermasalah  atau memiliki pegawai yang melihat pegawai lain yang bermasalah, kami akan mengadopsi mereka dan kami bekerja keras untuk mencoba agar situasi tersebut berakhir dengan positif, mencoba membuat orang merasa baik-baik saja apa pun dilema yang sedang mereka hadapi.”

Pendekatan kepemimpinan pelayan meyakini bahwa tugas seorang pemimpin yang paling utama ialah memberikan perusahaan semua yang dibutuhkan untuk mencapai tujuannya dengan baik. Pemimpin sebagai pelayan harus memastikan bahwa perusahaan mengerti bahwa tujuan utamanya ialah untuk melayani pelanggan dan bahwa setiap bagian tim terpusat pada hal ini. Ini bukan pilihan yang mudah bagi pegawai, meskipun fokus terhadap dukungan staf. Fokus terhadap tujuan akhir dari layanan klien yang prima menuntut usaha yang luar biasa keras dari setiap pegawai. (*/Akhlis)

Seni Menetapkan Tujuan yang Masuk Akal

Seni Menetapkan Tujuan yang Masuk Akal PDF Cetak E-mail
Mudah untuk memiliki sebuah visi yang menginspirasi tetapi bisakah Anda mencapainya? Para pemimpin harus menetapkan tujuan yang menantang bagi perusahaan tetapi mereka tetap harus realistis. Sebuah tujuan yang tidak realistis yang tidak bisa dicapai perusahaan akan menyebabkan kegagalan.

bisnis_goalJohn Chen, Presiden dan CEO perusahaan layanan software Amerika Sybase Inc., mengatakan bahwa penting sekali untuk menciptakan keserasian antara kemampuan sebuah perusahaan dan visinya.

“Saya pikir apa yang saya lakukan dengan sangat baik ialah menyesuaikan kenyataan dengan harapan, yaitu menyelaraskan visi yang ingin dicapai perusahaan dengan kemampuannya untuk melaksanakan visi. Tidak sulit untuk memiliki sebuah visi terutama saat Anda telah menekuni sebuah industri cukup lama. Pertanyaannya ialah, bisakah Anda mencapai tujuan dari keadaan yang sekarang?

Gregg Steinhafel  ialah pimpinan dan CEO Target Corporation, ritel diskon kedua AS, di balik Wal-Mart. Steinhafel mengatakan bahwa visi target yang benar ialah dengan menjadi yang terbaik dengan cara lain, bukan dengan menjadi terbaik.

“Kami tidak berambisi menjadi sebesar Wal-Mart. Kami tahu bahwa itu tidak akan terjadi. Kami ingin menjadi perusahaan ritel terbaik yang kami bisa lakukan. Sehingga kami berfokus pada segmen kami dalam melayani pelanggan sebaik mungkin. Kami menyadari bahwa jika kami melakukannya maka kami juga akan sangat sukses. Ini bukan sebuah permainan zero sum, di mana Wal-Mart menang dan yang lain kalah telak. Ada begitu banyak perusahaan ritel dan kami yakin bahwa jika kami bisa bersaing secara efektif dengan Wal-Mart dan tetap setia pada strategi kami, kami akan sangat sukses selama beberapa dekade mendatang.”

Pemimpin harus menggunakan pengalamannya untuk menetapkan tujuan yang memberikan tantangan bagi perusahaan hingga ke, bukan melampaui, batas kemampuan mereka. Memiliki tujuan yang ambisius dan inspirasional tidaklah cukup. Pemimpin harus memahami bagaimana perusahaan akan mencapai tujuan tersebut. Ini berkaitan dengan penilaian realistis terhadap kemampuan perusahaan. Menjadi lebih baik atau terbaik tidak terlalu penting. Yang terpenting ialah bagaimana menyuguhkan produk atau jasa dengan sebaik mungkin dan mendiferensiasikan produk dan jasa itu sehingga bisa menguasai sebuah segmen di pasar. Pemimpin harus membuat penilaian realistis terhadap ceruk yang bisa dijadikan target oleh perusahaan dan apa yang bisa melaksanakan hal itu. (*/Akhlis)

Selasa, 26 Juli 2011

Merekonstruksi Budaya Perusahaan

Merekonstruksi Budaya Perusahaan PDF Cetak E-mail
Budaya perusahaan mudah untuk dikenali dan sulit untuk didefinisikan. Budaya yang positif menciptakan suatu lingkungan yang di dalamnya keberhasilan dianjurkan, diharapkan dan dirayakan.

comp_kul980Kekurangsempurnaan budaya bisa menghambat optimisme dan ambisi serta menggerogoti setiap prakarsa baru. Budaya cenderung ditentukan pada masa awal sejarah perusahaan; untuk mencerminkan sikap dan pikiran pendirinya dan pendekatan secara keseluruhan yang membuat perusahaan itu berhasil. Mengubah budaya yang telah mapan sangatlah sulit.

Louis Gerstner mencapai sebuah perubahan haluan yang luar biasa di dalam perusahaan raksasa komputer yang sekarat IBM saat tampaknya revolusi PC (personal computer) hendak membuat bisnis utama “mainframe”  IBM tidak lagi relevan dan di luar mode yang ada.

Gerstner mengimplementasikan program perubahan manajemen dengan jangkauan luas. Ia juga menemukan bahwa mengubah budaya yang telah ada di IBM merupakan tantangan terberat yang harus ia hadapi.

“Bagian terberat dari keputusan-keputusan tersebut bukanlah transformasi ekonomi atau teknologi yang dibutuhkan. Yang terberat ialah mengubah budaya, yang berupa pola pikir dan naluri ratusan ribu orang yang telah tumbuh dalam sebuah perusahaan yang diakui kesuksesannya, tetapi juga sebuah perusahaan yang selama berdekade kebal dari kekuatan ekonomi, persaingan yang wajar. Tantangannya ialah membuat tenaga kerja tersebut hidup, berkompetisi dan memenangkan pertempuran di kehidupan nyata. Hal itu seperti menyeret seekor singa yang selama hidupnya berada dalam kandang dan tiba-tiba singa itu harus diajari untuk bertahan hidup di tengah hutan belantara.”

Gerstner mengemukakan visinya untuk budaya berkinerja tinggi yang hendak ia raih: “Budaya berkinerja tinggi sulit untuk didefinisikan daripada dikenali. Setelah Anda memasuki sebuah budaya yang sukses, Anda akan segera merasakannya. Eksekutif perusahaan adalah pemimpin yang sebenarnya dan orang yang memulai inisiatif.  Para pegawai berkomitmen terhadap kesuksesan perusahaan. Produk-produknya berkualitas tinggi. Setiap orang peduli terhadap kualitas. Kalah dari pesaing (apakah itu dalam persaingan besar atau kecil) merupakan sebuah pukulan yang membuat orang marah. Menjadi biasa-biasa saja tidak bisa diterima. Keunggulan dijunjung tinggi, dipuji dan dihargai.

Dalam program perubahan apapun, masalah budaya akan menjadi signifikan dan lebih sulit ditangani dari masalah proses. Sistem baru dan praktik baru dapat diterapkan tetapi pola pikir secara keseluruhan perusahaan tersebut akan menentukan keberhasilan sesungguhnya atau kegagalan program-program ini.
Sebuah budaya yang baik ialah suatu budaya yang di dalamnya seluruh jajaran dalam sebuah perusahaan berkomitmen penuh terhadap kualitas dan keunggulan produk dan layanan, terhadap kinerja setiap anggota tim dan terhadap keberhasilan perusahaan.
Nilai-nilai ini bisa disaring dan dianjurkan oleh pemimpin tetapi harus ditegakkan oleh semua sistem penghargaan dalam perusahaan, baik dalam hal pengakuan dan penghargaan finanasial. Suatu program kepemimpinan yang konsisten dan panjang dibutuhkan untuk mengubah suatu budaya.

Minggu, 24 Juli 2011

Pentingkah Pencantuman Tanda SNI Pada Sebuah Produk?

Pentingkah Pencantuman Tanda SNI Pada Sebuah Produk? PDF Cetak E-mail
Sabtu, 23 Juli 2011 10:08
Dalam rangka menghadapi CAFTA (China-ASEAN Free Trade Area) dan melindungi produk lokal, Gerakan Nasional Penerapan SNI (GENAP SNI) diluncurkan. Program yang diprakarsai oleh lembaga pemerintah non kementerian, Badan Standardisasi Nasional (BSN), berwujud pencantuman sertifikasi produk tanda SNI pada suatu produk, termasuk produk pelayanan jasa dan proses.

SNI-logoSertifikasi produk tanda SNI adalah kegiatan oleh pihak ketiga yang independen dalam memberikan jaminan tertulis yang menyatakan bahwa suatu produk (termasuk proses dan jasa) telah memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI). Tanda ini dibubuhkan pad barang, kemasan barang dan atau label. Lalu, apa sebenarnya manfaat pembubuhan tanda SNI pada produk ini?

Pembubuhan tanda SNI pada sebuah produk memberikan manfaat tak hanya bagi produsen saja tetapi juga bagi konsumen, pelaku bisnis dan pemerintah yang antara lain sebagai berikut :
  • Memberi informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan suatu produk bahwa produk tersebut telah memenuhi SNI
  • Untuk mengatasi kekhawatiran konsumen, pengguna dan smeua pihak yang berkepentingan akan kualitas suatu produk
  • Meningkatkan keberterimaan produk oleh konsumen
  • Meningkatkan daya saing suatu produk karena kualitas produk tersebut lebih terjamin

Untuk memeroleh sertifikat tanda SNI, produsen barang harus melalui suatu proses sertifikasi yang dilakukan oleh Lembaga sertifikasi Produk (LSPro) yang telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi nasional (KAN) sesuai dengan ruang lingkupnya. Adapun tahapan sertifikasi produk secara garis besar adalah sebagai berikut :
1. Seleksi (sampling)
Menguraikan karakteristik yang harus dinilai, persyaratan produk (persyaratan SNI yang harus dipenuhi oleh produk) dan persyaratan prosedural untuk pelaksanaan penilaian dan sampling produk.
2. Determinasi
Determinasi kesesuaian terhadap persyaratan SNI yang diterapkan dapat mencakup pengujian, pengukuran, inspeksi, penilaian desain, asesmen jasa dan auditing misalnya terhadap teknik yang digunakan untuk mengetahui apakah produk memenuhi atau tidak memenuhi persyaratan acuan. Determinasi karakteristik dapat mengkombinasikan pengukuran (untuk menentukan nilai dari suatu kuantitas atau batas tertentu) dan pembandingan hasil pengukuran dengan nilai yang dipersyaratkan.
3. Review dan penetapan (keputusan)
Sebelum diambil keputusan untuk memberikan hak penggunaan tanda SNI, kecukupan bukti kuantitatif dan kualitatif yang berkaitan dengan produk harus direview dan didokumentasikan. Apabila bukti sudah mencukupi, keputusan dapat diambil apakah kewenangan untuk menggunakan tanda kesesuaian SNI dapat diterbitkan.

Kamis, 21 Juli 2011

Yang Wajib Ada di Website Usaha Kecil

Yang Wajib Ada di Website Usaha Kecil PDF Cetak E-mail
Kamis, 21 Juli 2011 15:58
Website menjadi sarana promosi dan marketing yang tepat bagi perkembangan industri berskala mikro dan kecil. Praktis, efektif dan komunikatif merupakan segelintir aspek positif yang mendorong pelaku usaha untuk meluncurkan website bidang usahanya. Meski demikian, banyak pula usaha kecil yang gulung tikar dari jagat maya dikarenakan berbagai macam hal, antara lain website-nya tak memberi feedback­ serta penjualan yang sesuai harapan atau dinilai tak mampu memberi informasi yang benar-benar dibutuhkan customer. Mengapa hal itu terjadi?

websitesMenurut Lisa Barone, Co-Founder and Chief Branding Officer Outspoken Media, Inc., perusahaan yang fokus menangani manajemen online dan jasa internet, , seperti yang dikutip dari Small Business Trends, permasalahan di atas terjadi karena banyak pelaku bisnis yang tak mencantumkan informasi atau fitur yang bisa dijadikan sumber informasi bagi konsumen. Untuk mencegah hal tersebut, Barone mengungkapkan 6 hal yang harus ada dalam website usaha kecil :

Intuitif Navigasi
Kegagalan sering terjadi pada website dengan navigasi yang sulit diakses oleh user. Oleh karenanya buatlah navigasi yang intuitif atau mudah dipahami user. Navigasi yang intuitif menurut Barone adalah navigasi yang :
  • Tidak harus semuanya dalam bentuk Flash.
  • Menempatkan search box pada posisi yang mudah dicari dan tidak tersembunyi.
  • Memakai nama fitur yang lazim diingat seperti “shopping cart” alih-alih “product receptacle”, dll.

Konten Berbobot
Cara untuk membedakan website Anda dengan pesaing yang berusaha menjadi plagiator adalah dengan membuat konten berkualitas. Tunjukkan bahwa website Anda berkelas dengan menayangkan sejumlah informasi yang dikemas serta disusun semenarik mungkin, misalnya :
  • Dirancang menyerupai e-book.
  • Berisi business checklist yang bisa diunduh atau di-download oleh user.
  • Berisi beberapa artikel atau karya tulis yang berasal dari blog Anda, dll.

Blog
Menampilkan link blog di website memang bukan hal baru di dunia maya. Tetapi hal itu ampuh untuk menarik perhatian user. Bagi usaha kecil, blog bisa dijadikan jati diri perusahaan atau company voice. Blog juga dapat dijadikan media untuk berkomunikasi dengan user serta wadah berbagi pengalaman, kisah serta informasi secara lebih mendetil. Anda tak perlu meng-update blog setiap hari namun buatlah jadwal yang tetap untuk menjaga jalinan interaksi serta komunikasi dengan user.

Alamat, Telepon dan Kontak Lain
Salah satu cara efektif bagi usaha kecil untuk meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata user adalah dengan menampilkan alamat, telepon, e-mail address dan kontak lain seperti Twitter, Facebook, dll. Aneka macam informasi itu merupakan bukti bahwa usaha yang sedang Anda kelola benar-benar nyata sehingga memberi kemudahan bagi user untuk mengadakan kontak dengan Anda.

Ulasan
Ulasan yang berisi rekomendasi dari pihak-pihak berpengaruh sangat penting untuk ditampilkan di website Anda. Tujuannya untuk menambah kredibilitas perusahaan serta meningkatkan jumlah user yang berkunjung ke website Anda.

Cara Berbelanja
Ketika user puas mengakses website Anda dan cocok dengan produk yang Anda tawarkan, hal yang akan dilakukan selanjutnya adalah membeli produk Anda. Agar proses transaksi berjalan lancar, buatlah fitur cara berbelanja yang mudah dipahami oleh user. Pandu user menuju ke fitur pembelian itu dengan menggunakan kata-kata yang bisa langsung dicerna seperti misalnya “buy now”, dll.

Ingin Sukses? Jangan Manja!

CE News, Jakarta - Merintis sebuah usaha tidak pernah mudah. Banyak tantangan yang menghalangi seorang entrepreneur untuk bisa mencapai tujuannya. Termasuk saat seseorang harus mempelajari banyak hal baru yang sama sekali di luar bidang yang ia kuasai sebelumnya. Kuncinya? Do more than other people do. Lakukan lebih dari yang orang lain lakukan.

Demikian jawaban Megain Widjaja dengan berapi-api terhadap pertanyaan seorang peserta Business Connect 2011 yang berlangsung siang tadi (9/7) di Jakarta Convention Center. “Untuk menjadi seorang entrepreneur berhasil, jangan manja!”lanjutnya. “Kalau Anda belum siap untuk membayar ‘harganya’ (dalam mencapai kesuksesan), jangan pernah berpikir untuk memulai,” tutur Megain diiringi tepuk tangan hadirin.

Megain menjadi salah satu entrepreneur yang tampil dalam meetup komunitas #StartupLokal. Selain Megain, hadir pula  Aulia Halimatussadiah, Natali Ardianto, Calvin Kizana, Kevin Mintaraga, Andi Sadha, dan Nuniek Tirta. Semuanya bergiliran menjadi dewan juri dalam lomba pitching yang berlangsung sebelumnya.

Dari 15 merek yang ikut serta, terpilih 5 yang dianggap paling sesuai dengan minat para investor Project Eden (akselerator usaha rintisan). Ke 5 merek tersebut ialah “Bumble Games”, “Telunjuk”, “PointBump”, “Arsanesia”, dan “Localbrand.co.id”.

Peserta yang belum berhasil dalam pitching untuk menarik investor tidak perlu menjadi putus asa atau rendah diri. Karena menurut Natali Ardianto, kerjasama investor-usaha rintisan bisa dianalogikan sebagai sebuah pernikahan antara dua individu. Akan percuma untuk bersatu jika memang dari awal sudah tidak ditemukan adanya kecocokan. Penolakan oleh investor tidak seharusnya dianggap sebagai akhir ikhtiar seorang entrepreneur tetapi justru harus menjadi awal agar lebih bersemangat dalam mencari investor potensial lainnya yang lebih sesuai dengan usaha rintisan yang bersangkutan. (Akhlis)

Rabu, 20 Juli 2011

Tips Bisnis Kunci Dalam Berinovasi

Kunci Dalam Berinovasi PDF Cetak E-mail
Rabu, 20 Juli 2011 13:50
kunci_inovasiBanyak yang menganggap inovasi merupakan kunci kesuksesan dalam entrepreneurship. Benarkah demikian? Ataukah ada faktor lain yang menunjang keberhasilan entrepreneur dalam berinovasi kala menjalani roda usahanya? Untuk mengetahuinya, simak kisah sukses beberapa entrepreneur dalam berinovasi seperti yang dilansir dari BBC, pekan lalu, berikut ini.

Sarah Karam
Bagi Sarah Karam, 26 tahun, inovasi memang memegang kunci paling vital dalam membentuk kesuksesan seorang entrepreneur. Namun, pengusaha perempuan asal Lebanon yang berkecimpung dalam dunia usaha situs daily-deal di kawasan Timur Tengah ini juga menganggap bahwa entrepreneur harus mempunyai kemampuan menangkap kebutuhan konsumen dalam berinovasi sebelum hal itu dilakukan oleh orang lain.

Karam juga menambahkan, permasalahan klasik yang kerap muncul dalam dunia usaha adalah banyaknya calon entrepreneur dengan segudang ide kreatif dan inovatif tapi tak memiliki keberanian untuk terjun berwirausaha. Karenanya, Karam menyarankan bila seseorang mempunyai ide brilian untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan patut untuk dikembangkan dalam dunia usaha sebagai sebuah bisnis yang inovatif, segera wujudkan. Hal inilah yang turut membuat Karam sukses mengelola GoNabit, situs daily-deal pertama di area Timur Tengah.

Sam Pitroda
Hampir sama dengan Karam, Sam Pitroda juga menerapkan hal serupa dalam menjalani bisnisnya. Pelopor bisnis telekomunikasi India itu menegaskan kemampuan membaca kebutuhan market sangat penting. Sepanjang dedikasinya dalam berbisnis, dirinya senantiasa melirik segmen menengah ke bawah yang dianggapnya benar-benar membutuhkan inovasi dalam pemecahan masalah serta pemenuhan kebutuhan hidupnya. Baginya, inovasi yang terlihat sederhana akan memberi dampak luar biasa bagi masyarakat yang hidup pas-pasan atau bahkan berada di bawah garis kemiskinan.

Cezar Salazar
Cesar Salazar, 27 tahun, membangun perusahaan pertamanya kala dirinya masih menempuh pendidikan di Swedia. Baginya, keterbatasan sumber daya alam serta pasar yang luas mendorong terciptanya inovasi. Ia memberi contoh Swedia. Menurut penilaiannya, Swedia termasuk negeri yang memberi penghargaan tinggi terhadap ide kreatif nan inovatif.

Berkat hal itu, negara bersumber daya alam minim serta berpenduduk sekitar 9 juta jiwa ini tampil sebagai negara yang sukses menelurkan brand-brand ternama di dunia. Keterbatasan sumber daya alam tak melulu menjadi penghambat kemajuan suatu bangsa. Hal itu bisa disiasati dengan menjual ide inovatif berharga relatif jauh lebih mahal.

Belajar dari Swedia, Salazar kemudian berinovasi mendirikan Mexican VC, usaha di bidang pembiayaan serta mentoring pertama bagi internet start-up khusus entrepreneur berdarah Meksiko di daerah Silicon Valley, California, AS. Sebagai bentuk penghargaan pada impian serta ide kreatif start-up Meksiko yang kebanyakan mengalami keterbatasan dana, Salazar menyediakan finansial dan jasa mentoring.

John Maeda
Bagi John Maeda, inovasi takkan bisa lepas dari eksperimen serta kegagalan. Desainer grafis sekaligus pakar komputer yang mendirikan Rhode Island School of Design ini beranggapan entrepreneur harus siap gagal, sebab dengan kegagalan itu dia telah membuktikan eksperimennya. Kegagalan juga dapat memotivasi entrepreneur untuk terus dan terus bereksperimen hingga pada akhirnya eksperimen tersebut berhasil membuahkan suatu produk berkualitas.

Pemikiran kreatif juga menjadi dasar dalam berinovasi. Hal ini bisa dipupuk sejak dini dengan mengembangkan imajinasi. Maeda memberi contoh, dirinya paling suka melihat hasil gambar yang dibuat oleh anak-anak seperti misalnya gambar kuda berkaki 18 yang diberi warna ungu. Gambar itu merupakan bukti imajinasi anak yang masih murni dan bisa dijadikan aset besar untuk dikembangkan guna kesuksesannya di kemudian hari.